6 Tips Menyambut Ramadhan Penuh Berkah

muntadaquran.com – Tidak lama lagi bulan Ramadhan tiba. Bagaimana menyambutnya agar kita bisa meraih banyak keberkahan di bulan suci nan selalu dirindu itu? Setidaknya ada 6 hal yang perlu mendapat perhatian kita dalam penyambutan Ramadhan, yaitu:

Niat yang baik

Agar ibadah di bulan Ramadhan nanti menjadi indah, hendaknya sejak sekarang kita pasang niat yang baik. Pancangkan di hati kita tekad untuk menjadikan setiap detik Ramadhan sebagai momentum ketaatan kepada Allah ta’ala. Sebab, Ramadhan adalah the time of truth tentang iman kita dengan banyak beramal baik, lebih taat lagi, dan menjauhi segala keburukan yang selama ini mungkin melekat dengan diri kita.

Melakukan Taubat
Lho kok bertaubat khusus untuk menyambut Ramadhan? Bukankah taubat harus dilakukan setiap saat? Benar, bertaubat harus setiap saat karena kita tidak pernah lepas dari perbuatan dosa. Apalagi untuk menyambut bulan Ramadhan, perlu dikhususkan. Sebab, bagaimana mungkin orang yang gemar maksiat bisa memanfaatkan Ramadhan secara optimal bila ia belum bertaubat? Karena itu siapa pun kita yang masih merasa punya dosa, yuk bersegera bertaubat sebelum ajal menjemput. Taubat yang tulus, iringi dengan amal shalih, dan bertekad tidak kembali melakukannya lagi.

Melatih Diri

Berlatihlah untuk membiasakan diri melakukan perbuatan baik sejak sekarang. Biasakan berpuasa, bersedekah, tilawah, dan qiyamullail. Kalau sudah terbiasa, semua amalan di bulan Ramadhan akan terasa mudah dan ringan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallama dan para shabatanya senantiasa mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan membiasakan diri banyak berpuasa, bersedekah, tilawah, dan qiyamullail.

Memahami Mulianya Waktu
Dalam Islam dikenal dengan mulainya waktu dan mulainya tempat saat seseorang Muslim melakukan ibadah. Dan diantara Kemuliaan waktu yang sebentar lagi akan menyapa kita adalah bulan suci Ramadhan. Di bulan ini ganjaran dan pahala akan dilipatgandakan. Hari-hari Ramadhan semuanya mulia, terutama saat dalam keadaan berpuasa dan menjelang berbuka, permohonan akan didengar dan doa kita akan diijabah. Karenanya jangan sampai Ramadhan yang menghampiri kita hanya setahun sekali akan berlalu tanpa ada peningkatan pada diri kita dalam beribadah kapada Allah.

Memahami Fiqh Shiyam
Agar semua jenis ibadah di bulan Ramadhan menjadi optimal, hendaknya kita menyiapkan diri dengan bekal pengetahuan tentang fiqh Shiyam, sehingga semua ritual ibadah yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan yang diajarkan Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallahu ‘alaihi wasallama dan tidak ada sedikit pun yang menyimpang. Bila dilakukan sesuai dengan baik dan benar maka kita akan mendapatkan pahala dan ganjaran dari Allah ta’ala serta buah dari tujuan melaksanakan puasa yaitu menggapai predikat taqwa yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala saja dapat kita peroleh.

Betapa banyak orang yang berpuasa namun sebenarnya dia tidak berpuasa karena banyak prilaku yang dapat menghilangkan pahala puasa bahkan membatalkan puasa itu sendiri. Di sisi lain tidak sedikit orang yang tidak boleh berpuasa karena ada udzur/halangan yang dibenarkan syariah namun dia melaksanakannya juga, bukan saja saja puasanya tidak diterima bahkan dia berdosa karena masih tetap berpuasa. Karenanya mari bekali diri kita masing-masing dengan pemahaman dan ilmu pengetahuan tentang fiqh shiyam atau fiqh Ramadhan secara umum sehingga Ramadhan kali ini lebih baik dan lebih bernilai dibanding dengan Ramadhan tahun-tahun lalu.

Lembaran Putih
Saat memasuki Ramadhan nanti akan terasa indah bila kita siapkan ‘lembaran’ putih lalu kita lekatkan pada diri kita saat bertemu tamu mulia yang hanya dijumpai 1 tahun sekali. Lembaran putih itu kita tujukan untuk:
•    Allah ta’ala, yaitu dengan cara bertaubat taubatan nasuha, taubat yang benar bukan taubat palsu, taubat yang menjadikan kita kecanduan dengan kebaikan dan ketaatan.
•    Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallama dengan cara mengikuti segala perintahnya dan menjauhi larangannya, melestarikan sunnahnya melalui praktik para shahabatnya yang mereka faham betul dengan sunnah Rasul muli, karena mereka hidup bersama Rasul akhir zaman ini Muhammad shallahu ‘alaihi wasallama
•    Kedua orang tua, kerabat, isteri, suami dan anak-anak untuk selalu meningkatkan perbuatan baik kepada mereka dan pererat silaturrahim.
•    Kepada masyarakat di sekitar kita untuk senantiasa menjadi teladan dan pribadi yang baik, shalih dan bermanfaat bagi mereka.
Semoga Ramadhan nanti benar-benar berbeda dari tahun-tahun lalu, semoga. Allah a’lam

Bila menurut anda artikel ini bermanfaat silahkan dishare agar orang lain juga mengambil manfaat dan pelajaran, menunjukkan kebaikan kepada orang lain insya Allah pahala kita terus mengalir, amin.

cropped-th.jpegUst. H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Ketua Umum Yayasan Muntada Ahlil Quran

You May Also Like