(Anggota TNI) Menghafal Al-Quran

illustrasiMuntadaQuran – (Anggota TNI) Menghafal Al-Quran

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh..

smoga ustadz dan kluarga slalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT..

Saya anggota TNI,umur 36 th,saya ingin sekali menjadi penghapal Al-quran,saat ini saya sdg bertugas di lebanon,alhamdulillah selama saya disini(nop 2008-skrg)saya baru bisa menghapal juz 30 itupun blm smpurna,pertanyaan:

1.metode apa yg mungkin bisa saya gunakan dalam menghapal al-quran,smentara yg sudah saya lakukan hanya menghapal saja tanpa bimbingan.

2.masih mungkinkah di usia saya ini dapat menghapal al-quran yang 30 juz,smentara kesibukan dinas dan keluarga banyak menyita waktu saya.

3.haruskah penghapal al-quran dapat/mengerti bahasa arab atau dengan membaca terjemahnya saja.

4.haruskah saya belajar bhasa arab terlebih dahulu.

muhammad umar

Jawaban

Suhbanallah, Allahu akbar….itulah pertama kali yang keluar dari mulut saya ketika membaca pertanyaan Pak Muhammad yang dimuliakan Allah SWT. Mudah-mudahan keinginan kuat dan mulia bapak bisa menjadi contoh dan motivasi bagi saudara-saudara kita khususnya di tanah air untuk bergabung dalam barisan para pecinta dan penghafal Al-Quran, walaupun sebagai seorang anggota TNI yang bisa jadi ada orang berangaggapan agak sedikit aneh, kok ada anggota TNI sempat-sempatnya menghafalkan Al-Quran, apalagi pada masa menjalankan tugas.

Alhamdulillah bapak telah menghafal hampir 1 juz walau pun belum sempurna, namun mudah-mudahan ini akan menjadi modal awal untk mampu menghafal Al-Quran hingga sempurna 30 juz, aamiin.

1.      Metode apa yg mungkin bisa saya gunakan dalam menghapal al-quran,smentara yg sudah saya lakukan hanya menghapal saja tanpa bimbingan.

Dalam menuntut ilmu, keberadaan seorang syaikh, pembimbing, guru atau yang sering kita sebut sebagai ustadz tidak dapat dikesampingkan. Bahkan para ulama memberikan beberapa syarat dalam menuntut ilmu, diataranya adalah keberadaan seorang guru. Keberadaan seorang guru di sisi seorang murid tidak bisa dikesampingkan, karena ketika seseorang ingin mendapatkan ilmu dengan baik, maka dia harus selalu ‘berdampingan’ dengan seorang guru; karena memang ada ungkapan, barang siapa yang menjadikan gurunya adalah sebuah buku, maka kesalahannya lebih banyak dari pada kebenarnnya.

Memang di banyak tempat, seringkali seseorang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan seorang guru yang akan membimbingnya. Namun saat ini, Alhamdulillah dengan perkembangan teknologi yang sangat canggih, kita bisa memanfaatkan banyak fasilitas tilawah dengan menggunakan MP3, kaset atau internet. Dengan internet ini kita bisa mengaji secara online, baik dengan menggunakan Yahoo massenger atau skype. Alhamdulillah sejak tahun lalu, beberapa ustadz dan ustadzah/anggota Muntada Ahlil Quran telah banyak membantu saudara-saudara seiman dalam pengajaran Al-Quran secara online tersebut, baik pelajaran tahsin, tahfiz Al-Quran atau konsultasi seputar Al-Quran dan lain sebagainya. Jadi silahkan add saja beberapa ID YM berikut : ibnu_hekh, dayathi90, herudwiwulandari, qowiyah_umar atau sriwah_yuni79. Mudah-mudahan kami bisa membantu dalam merealisasikan cita-cita yang sangat mulia ini.

2.      Masih mungkinkah di usia saya ini dapat menghapal al-quran yang 30 juz,smentara kesibukan dinas dan keluarga banyak menyita waktu saya.

Sebenarnya umur bapak yang baru 36 tahun, boleh dikatakan masih muda, jadi kesempatan untuk bisa menghafal Al-Quran sampai 30 juz masih ada kesempatan. Walaupun saat ini bapak masih seibuk dalam tuga kenegaraan sebagai seorang anggota TNI yang tentunya banyak menyita waktu, apalagi bila ditambahkan dengan mengurus keluarga. Namun perlu diketahui, dengan jaminan Allah SWT dalam Al-Quran, bahwa Al-Quran itu sangat mudah untuk diingat, sudah banyak saudara-saudara kita yang yang seumuran dengan bapak atau bahkan lebih tua, dengan izin Allah mereka berhasil menamatkan hafalan Al-Quran hingga sempurna 30 juz. Silahkan baca beberapa kisah mereka di buku saya, JURUS JITU MENGHAFAL AL-QURAN atau baca Adakah Penghafal Al-Quran yang Super Sibuk?, Insya Allah akan membakar semangat kita untuk gemar menghafal dan berinteraksi dengan Al-Quran.

3.      Haruskah penghapal al-quran dapat/mengerti bahasa arab atau dengan membaca terjemahnya saja.

Mengerti isi Al-Quran adalah diantara yang harus kita usahakan, apalagi sebagai seorang penghafal Al-Quran. Karena tahapan berikutnya setelah kita menghafal, maka kita harus berusaha untuk memahaminya hingga kita mampu mentadabburi Kalam Allah SWT tersebut dengan diiringi pengamal isi Al-Quran, walaupun mengamalkan Al-Quran tidak usah menunggu sampaI hafal Al-Quran.

Kalau kita memiliki kepampuan berbahasa Arab, maka ini akan sangat membantu kita dalam menghafal Al-Quran, karena dengan demikian pada saat kita menghafalkan satu ayat, akan terbayang kisah atau tema ayat yang sedang kita hafal. Haruskah saya belajar bhasa arab terlebih dahulu. Nah berkaitan dengan pertanyaan bapak, apakah saya harus belajar Bahasa Arab dulu, silahkan baca juga urgensi mempelajari bahasa Arab di buku JURUS JITU yang saya sebutkan tadi di atas atau silahkan baca Urgensi-Mempelajari Bahasa Arab dan Ketika Orang Arab Salah Berbahasa Arab

Taqwa menjadi penyebab Kemenangan

Semoga usaha bapak dalam menghafal Al-Quran dapat meningkatkan iman dan ketakwaan. Sehingga dengan demikian akan selalu terhindar dari segala perbuatan maksiat. Karena dengan izin Allah SWT, ketakwaan ini akan menjadi penyebab kemenangan dan maksiat akan membawa kepada kekalahan.

Umar bin Khattab RA pernah berpesan kepada Sa’ad bin Abi Waqqash RA saat dia akan memimpin pasukan :

“Amma ba’du, sesungguhnya aku perintahkan kamu dan pasukan yang berangkat bersamamu untuk bertaqwa kepada Allah dalam setiap keadaan; karena sesungguhnya ketaqwaan kepada Allah adalah bekal utama dalam menghadapi musuh dan tipu daya terkuat di medan tempur. Aku perintahkan kamu dan orang ikut bersamamu agar selalu lebih waspada terhadap perbuatan maksiat dari pada kewaspadaan dari musuhmu; karena dosa-dosa pasukan lebih dikhawatirkan dari pada musuh mereka. Kaum Muslimin akan mengalami kemenangan lantaran kemaksiatan musuh Allah. Kalau tidak demikian maka kita tidak memiliki kekuatan dalam mengahdapi mereka, karena jumlah kita tidak seperti mereka, bekal kita tidak seperti bekal mereka; maka apabila kita sama-sama bermaksiat, maka mereka lebih memiliki kekuatan, kalau kita tidak seperti mereka maka kita akan mengalahkan mereka dengan kelebihan kita, bukan karena kekuatan kita”.

Semoga bapak mampu mengikuti jejak para penghafal Al-Quran dalam memelihara dan melestarikan kesucian Al-Quran  dan kemudian menjadi pelopor penghafal Al-Quran di kalangan TNI yang bertugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. (Taufik Hamim)

You May Also Like