Ketika Aku Belum Hafal Al-Qur’an…

hafizh cilikMuntada Quran – Al-Qur’an adalah mukjizat akhir zaman yang diturunkan kepada Nabi terakhir, Muhammad Rasulullah, Saw. Ajarannya sempurna. Dan Islam telah paripurna. Tinggal umatnya saja sekarang yang melanjutkan penerapan ajaran nilai-nilainya. Tapi, apakah mereka mau sadar?! Kita akui, banyak yang sadar dan tidak sedikit pula yang cuek serta lebih memilih kehidupan yang lain.

Sebagai umat terakhir yang dimunculkan oleh Allah, kaum muslimin harus sadar dan paham akan fungsi al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Kalau banyak tuntutan untuk menggali nilai-nilai sakral yang terdapat di dalamnya, maka itu adalah konsekwensi kita menjadi penganut Islam. Tidak ada alasan untuk menghindar apalagi belajar apa adanya tanpa mau kerja keras dan mujahadah. Artinya, kita harus belajar al-Qur’an seumur hidup jika ingin bahagia untuk jangka panjang.
Sekarang alhamdulillah, kesadaran untuk semakin dekat dan akrab dengan al-Qur’an sudah demikian terlihat dan bisa dikatakan cukup fenomenal. Beragam program dan acara ke-Qur’an-an menjamur di mana-mana. Syukur alhamdulillah.
Mungkin bagi kita yang belum hafal al-Qur’an, penasaran bergumam dalam hati, andai saja saya bisa hafal 30 juz seperti para penghafal lain…ahh betapa bahagianya. Decak kagum memenuhi relung jiwa. Apalagi setelah membaca atau mendengar kisah mereka yang bisa hafal dalam waktu cepat. Semakin penasaran dibuatnya agar bisa seperti dia. Ketika mendengar seorang bocah usia dini sudah hafal dengan tiruan bacaan para qori, semakin kagum dan takjub dibuatkan. Ya, itulah keajaiban al-Qur’an. Ia bisa menyentuh orang dari arah mana saja.
Ketika belum hafal, ingin sekali hafal 30 juz. Kegiatan karantina yang diadakan secara insidentil dan temporal pun diikuti kendati harus merogoh uang yang tidak sedikit. Hitung-hitung beramal shaleh dan investasi buat masa depan akhirat. Tidak ketinggalan, buah hati pun diikutsertakan. Alhamdulillah, ketakjuban terus menghampiri saat sang buah hati bisa khatam hafalan al-Qur’an dan diwisuda. Haru, tangis bahagia dan diliputi beban amanah yang sebentar lagi akan dipikul untuk menjaga hafalan itu…
Ketika sudah hafal atau si buah hati hafal, maka ingin rasa orangtua memberikan reward atau apresiasi kepadanya. Kenangan terindah di dunia sebelum di akhirat khusus dari Allah swt. Si ibu dan ayah sibuk menjadwal murojaah anak. Setiap hari setiap jam. Aktifitas hidup mulai berubah. Rasa-rasanya belum cukup kalau cuma hafal saja dan memurojaahnya. Berarti harus dimantapkan tajwidnya jika masih ‘belepotan’. Biar lebih indah dan gereget lagi lantunan al-Qur’an itu.
Waktu terus bergulir, masa terus berlari kencang…Rasa-rasanya masih belum cukup hafalan yang lancar itu. Berarti harus bisa dipahami agar bacaan semakin indah dan berbuah. Baca terjemah dan hadirkan saat dibaca…dimurojaah. Terus begitu. Nampaknya masih kurang kalau cuma dipahami sambil dibaca, berarti biar lebih nikmat harus diamalkan.
Caranya….? Ya lakukan yang termudah dulu. Dari yang terdekat dulu. Diri sendiri, coba ajarkan ke orang lain. Ayah, bunda, adik, saudara…dan seterusnya. Adakan acara tasmi’an, kajian, kuliah umum, training, karantina dan seabrek cara mengamalkan al-Qur’an. Sedikit demi sedikit. Tidak perlu sekaligus. Karena Allah tidak membebani diri selain apa yang disanggupi. Tapi harus tetap ada action. Biar Allah cepat ridho. Coba dengar gumam Nabi Musa kepada Allah…”Dan aku bersegera kepada-Mu (ya Allah) agar Engkau ridha..” Surah Thaha.
Ya, semakin cepat paham dan segera beramal apa yang dipahami akan semakin dekat ridho dan pertolongan Allah, bukan?! Tutupi segala amalan yang mungkin selama ini salah dengan yang benar, yang tadinya sedikit menjadi berlimpah dan berbobot. Yang tadinya bernilai maksiat menjadi pahala. Ya semuanya berkat al-Qur’an, berkat tilawah, berkat hafalan yang Allah restui dan Allah mudahkan jalannya.
Gambaran janji-janji Rasulullah tentang pahala menghafal al-Qur’an dan penghafalnya terus bergelayutan di pikiran. Insya Allah suatu saat, kebahagiaan dan pahala akan dijumpai. Cepat atau lambat. Karena Allah tidak mungkin mengingkari janji-Nya.
Jadi, aku harus segera hafal al-Qur’an…Apapun yang akan terjadi.. (SQC)

You May Also Like