Mahabbah

mahabbahMuntadaquran.com – Seperti yang kita tau, cinta ialah fitrah yang ada pada diri kita sebagai seorang manusia yang diciptakan memiliki hati dan akal fikiran. Menurut beberapa ilmuan, mereka berpendapat bahwa cinta ialah suatu perasaan yang bergejolak ketika seseorang terkenang dan merindukan sesuatu. Atau cinta itu ialah suatu perasaan yang membuat kebahagiaan tersendiri. Cinta ibaratkan bunga mawar indah saat dipandang, harum dirasakan tetapi sakit apabila disentuh. Cinta tak dapat diukur besarnya, indahnya bahkan rasanya.
Semakin besar kecintaan maka makin indah kita rasakan. Lembut bagaikan kapas, indah bagaikan lantunan lagu, mengalir tenang bagaikan air. Kalau cinta itu berwujud makhluk ia bagaikan kupu-kupu, jika dihampiri ia akan lari tetapi jika dibiarkan ia akan datang dengan sendirinya.

Remaja zaman kini mengartikan cinta sama dengan sex, naudzubillah, tentu ini sangat menyimpang. Kecintaan akan tampak apabila adanya kasih sayang, perhatian dan lain sebagainya.

Jika kita memutar balikkan cinta yang biasa kita labuhkan ke hati manusia yang spesial di mata kita tentu berbeda terhadap kecintaan kita kepada Tuhan Sang Pencipta kita.

Begitu besar nikmat yang Dia beri, karena Dia kita bisa mencintai, karena Dia pula kita dapat merasakan indahnya rasa cinta itu. Tetapi terkadang kita menyepelekan itu semua. Kita tak begitu paham dengan kecintaan terhadap Tuhan yang sangat sayang kepada hamba-Nya.

Tetapi jika cinta kepada manusia, apakah ia selalu ada di saat kita membutuhkan? tentu tidak. Allah memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan, karena Dia tau apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Hidup dengan membanjiri kecintaan kita kepada Allah adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi kita. Kedamaian yang akan selalu menghiasi apabila keseharian kita penuh dengan kecintaan kepada Allah.

Tentu membaca surat cinta itu sungguh berbeda dengan surat yang lain seperti surat laporan atau hutang. Surat cinta dibaca dengan hati yang senang, berdebar dan senyum yang melebar, membaca surat cinta dari Tuhan pun pasti lebih indah dari surat cinta orang yang sedang kasmaran,  terlebih lagi jika kita membacanya didahului dengan berwudhu, lebih afdhal dan lebih adem.

Kalimat cinta Tuhan kepada kita tertuliskan indah dalam Al-Quranul karim sebagai Assyifa’ (obat) yang menenangkan jiwa, mentadabburi kalimat demi kalimat yang mengandung arti kasih sayang yang mendalam, kasih sayang untuk hamba-Nya yang tak terkira. Kalimat-kalimat yang tersusun sebagai pedoman hidup hamba-Nya di dunia hingga ia bahagia hidup akhirat kelak.
Berbicara dengan Rabb saat shalat, bersujud simpuh menghambakan diri kepada Rabbul ‘alamin, berdoa di saat susah dan senang dalam menghadapi problematika kehidupan, memohonkan agar hati ini dapat berlabuh kepada-Nya adalah suatu tuntutan. Sehingga saat kita mencintai seseorang, kita mencintainya karena Allah.

Saat hati senantiasa mengingat-Nya, jiwa terasa sangat tenang dan nyaman bertaqarrub kepada Rabbul Izzaty. Dalam sebuah syair di katakan “bila selangkah ku rapat pada-Mu, seribu langkah Engkau rapat padaku”. Begitu besar kasih sayang  Tuhan kepada hamba-Nya. Hingga tak terhitung berapa besar nikmat yang telah kita rasakan sampai saat ini. Kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara dunia, masih bisa melihat keluarga, kawan dan orang-orang yang kita sayangi dan cintai.  Begitu besar kecintaan-Nya justeru kita sering melupakan-Nya. Na’udzubillahi min dzalik.

Sangat indah  bila kita senantiasa berprasangka baik terhadap Allah. Jika kita menginginkan sesuatu yang belum dikabulkan, maka ingatlah ! “Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan “. I LOVE YOU ALLAH…..
(Oleh Izzatul fithriyyah-Alumni Aliyah Al-Hikmah, Bangka-Mampang Prapatan Jak-Sel/the)

{jcomments on}

You May Also Like